Saya Penasaran, Bagaimana Allah Akan Memberinya Rezeki?

Assalamu’alaykum

Sebagaimana yang disebutkan di alquran dan hadits, bahwa setiap manusia punya rezekinya masing2. Sebuah pengalaman saat berjalan kaki di daerah tebet deket stasiun cawang. Berpapasanlah saya dengan seorang buta yang sedang jalan juga. Penampilannya sangat lusuh dengan kaos merah, celana panjang kucel, dan sandal jepit tua. Dia berjalan dengan kepala agak mendongak ke atas, mengayunkan tongkatnya untuk meraba jalan, serta mulutnya agak terbuka terus, mungkin dia agak punya sedikit (maaf) keterbelakangan mental (pikir saya).

Hal yang menarik perhatian adalah apa yang dia bawa, yaitu berplastik-plastik kerupuk. Ternyata dengan kondisi sangat sangat sangat terbatas dia masih memiliki semangat juang untuk mandiri dan tidak mengemis. MasyaaAllah. Selain itu, kerupuk yang ia bawa kondisinya benar-benar seperti sudah tidak layak jual. Plastiknya sudah lusuh seperti sisa ga laku terjual dan ga layak dimakan.

gabungan

Dengan izin Allah, saat lewat jalan itu sebenarnya saya salah ambil jalan karena harus naik busway dari arah yang satunya dan saya baru ingat saat sudah dekat dengan halte busway yang salah, otomatis saya harus balik lagi. Biasanya kalau saya salah jalan seperti ini, ada saja pelajaran yang Allah akan tunjukan melalui kejadian di depan mata saya. Benar saja ternyata Allah mempertemukan saya dengan orang buta ini. Melihat kondisi dirinya yang seperti itu, barang dagangannya yang tidak layak jual juga, saya penasaran bagaimana Allah akan memberinya rezeki. Saya coba berhenti dulu untuk melihat. Dan ternyata Qadarallah, mendadak ada seorang pengemudi motor yang datang menghampirinya, dia coba milih-milih kerupuk dan membeli kerupuk dari orang buta tersebut, bahkan dengan uang yang lebih. IN FRONT OF MY EYES! MasyaaAllah. Maha Adil Allah dan Maha Pemberi Rezeki. Saya yakin pengemudi motor tadi melihat kalau kerupuk yang ia beli tidak layak dimakan, tapi Alhamdulillah, Allah mengajarkan pelajaran juga bahwa yang katanya jalanan Jakarta itu ‘jahat’, tapi di depan mata saya sendiri masih banyak orang–orang baik yang secara ikhlas membantu sesama.

Sebagaimana yang berulang-ulang sering kita dengar dalam kajian, ditekankan bahwa manusia itu memiliki jatah rezeki yang tidak mungkin luput dari apa yang Allah jatahkan untuk dia. Tugas manusia itu fokus kepada proses yg baik saja, dengan ilmu agama, manusia bisa membedakan mana yang halal dan haram. Semakin bekerja keras dengan cara yg halal, insyaaAllah berkahnya akan lebih besar. Dalam Islam, tidak ada jaminan bahwa semakin kerja keras dengan cara halal akan membuat jumlah rezeki kita bertambah banyak, yang dijamin Allah adalah barakah dari rezeki tersebut. Sudah kewajiban bagi seorang muslim bahwa rezeki itu tidak melulu tentang uang dan uang, melainkan rezeki adalah tools yang Allah berikan untuk membuat hidup kita menjadi lebih sakinah serta investasi menuju akhirat.

Kalau seorang buta dengan keterbatasannya aja masih optimis berusaha dan Allah jaminkan rezekinya dari jalan yang tidak diduga-duga, bagaimana dengan kita yang secara fisik lebih sempurna. Ya Allah sempurnakan ikhtiar kami, berkahilah rezeki kami, dan jadikanlah kami ahli shadaqah.

Wassalamu’alaykum

 

 

Advertisements

12 Comments Add yours

  1. Indra says:

    ditunggu cerita lainnya, bang valid.. hhe

  2. jejaktaufik says:

    allahuakbar.. 🙂

  3. people of the world says:

    So, what did you give? This post?

  4. ssujono says:

    Reblogged this on Muqaddimah and commented:
    Pengingatan akan luasnya rezeki Alloh

  5. ami says:

    Masya Alloh..merinding sy membacanya..Subhanalloh

  6. alfiansulthoni says:

    Reblogged this on Alfiansulthoni's Blog and commented:
    🙂

  7. maman surahman says:

    Artikelnya bagus. Cuma kenapa mesti pake bahasa inggris ; In front of my eyes ? Apakah itu identitas anda bahwa berbahasa inggris lebih bergengsi daripada bahasa indonesia ?

    1. validhasyimi says:

      Tidak ada maksud seperti itu. saya mohon maaf kalo membuat anda kurang berkenan.
      Semua bahasa Allah yang menciptakan.

  8. DistroGamis says:

    satu kata: TER…HA…RU … (ya elah, pake dibaca kayak Bang Haji aja.. )

  9. anonim says:

    makanya yuk biasain kalo ngeliat orang jualan/orang yang sedang berusaha nyari rezeki, kita ikut nyumbang. bisa jadi kita perantara dari Allah untuk mejawab doa orang itu (terkait rezeki).

  10. Ika Usfarina says:

    Reblogged this on Usfarina's and commented:
    Belilah meski sedikit, mungkin hal itu ikhtiarnya si bapak utk menjauhkan diri dari meminta-minta. Yuk, bersyukur dg berbagi. Makasih remindernya, Wa’alaykumsalam wr wb 🙂

  11. adhie says:

    آمِّيْنَيَارَبَّالْعَالَمِيْن terima kasih telah nasehat menasehati, dan semoga kita didalam ridho Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s